Menghadapi Industri 4.0 Pentingnya Peran Kadin dan Pelaku Usaha

Sumber: https://www.piqsels.com/id/search?q=industri+4

Tantangan globalisasi sudah memasuki era industri 4.0 di mana hampir segala aspek kehidupan sangat didukung dengan peran teknologi dan komputerisasi. Mulai dari aspek ekonomi, sosial, kesehatan, politik, hingga pendidikan. Hal ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang baru bagi para generasi produktif untuk turut andil dan aktif di dalamnya.

Pada revolusi industri 4.0 ini, teknologi cyber dan otomatisasi digabungkan. Hal-hal yang mencakup pada tren ini di antaranya adalah komputasi kognitif, sistem cyber-fisik, komputasi awan, dan internet of things (IoT). Bisa dikatakan bahwa dalam industri 4.0 ditanamkan teknologi cerdas yang menghubungkan berbagai bidang kehidupan manusia dengan teknologi.

Siapkah Menghadapi Revolusi Industri 4.0?
Setiap terjadinya suatu revolusi tentu mengharuskan banyak perubahan sebagai bentuk konsekuensi. Dalam revolusi industri 4.0 terlihat bahwa segala sesuatu akan semakin efektif, efisien, dan kompak. Hal ini dikarenakan pada era industri ini dimunculkan mesin, teknologi, atau robot yang difungsikan untuk membantu atau menggantikan tugas manusia.

Resiko atau masalah yang akan muncul dalam industri 4.0 adalah banyaknya sumber daya manusia yang nantinya akan kurang terserap. Sehingga hal ini menimbulkan tantangan bagi setiap individu agar tetap bisa bertahan menghadapi tantangan tersebut.

Meskipun banyak teknologi yang diciptakan bukan berarti peran manusia hilang begitu saja. Justru pada era ini akan banyak peluang untuk menciptakan bisnis-bisnis baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Di sinilah peran SDM unggul sangat diperlukan agar pada era industri 4.0 Indonesia tetap bisa produktif dan menghasilkan generasi yang berkualitas.

Tantangan Pelaku Usaha
Fakta menunjukkan bahwa banyak kompetensi sumber daya manusia yang kini tidak relevan lagi dengan kebutuhan industri 4.0. Hal ini mengakibatkan penurunan jumlah kebutuhan SDM di dunia industri sehingga berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran. Begitupun dengan para pelaku usaha yang tentunya membutuhkan inovasi dan keterampilan baru agar tetap bersaing pada era industri ini.

Salah satu yang menjadi tantangan para pelaku usaha dalam menghadapi industri 4.0 adalah kurangnya wawasan untuk melakukan langkah konkrit. Digitalisasi yang semakin masif membuat para pelaku usaha harus secepat mungkin melakukan adaptasi terhadap bisnis yang dijalankan. Pergeseran dunia bisnis online yang semakin merajai pasar membuat pelaku bisnis offline harus mulai menjamah market yang serupa.

Peran Kadin Menghadapi Industri 4.0
Para pelaku usaha pun semakin dibutuhkan agar mampu menciptakan banyak lapangan kerja untuk menyerap sumber daya manusia yang ada. Kadin Indonesia memiliki pandangan yang sama bahwa saat ini peran pengusaha besar, kecil, maupun UMKM/UKM sangat diperlukan. Sehingga pembinaan untuk memberikan solusi sebagai wahana berinovasi untuk seluruh pelaku usaha menjadi target utama.

Kamar Dagang dan Industri merupakan mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan perekonomian Indonesia yang lebih baik. Peran Kadin sendiri sangat penting dalam implementasi dan sebagai tolak ukur atas kesiapan pelaku usaha menghadapi industri 4.0. Sehingga kolaborasi dan peran serta pemerintah bersama para pelaku usaha harus sejalan.

Kadin Indonesia sendiri terdiri dari banyak cabang di masing-masing daerah sehingga hal ini akan membuat fokus menjadi lebih terarah. Setiap daerah memiliki otonomi untuk menjalankan pembinaan, kemitraan, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerahnya. Beberapa upaya yang bisa dilakukan mulai dari pembinaan pelaku usaha, pendanaan infrastruktur digital, atau pemberian pendidikan bagi SDM yang berpotensi.

Dengan adanya dukungan pemerintah melalui Kadin ini diharapkan Indonesia akan mampu menghadapi tantangan industri 4.0 dengan baik. Peluang untuk menjadi 10 besar ekonomi dunia pada 2030 pun bukan lagi hal yang mustahil.

loading...

Related Posts

Menghadapi Industri 4.0 Pentingnya Peran Kadin dan Pelaku Usaha
4/ 5
Oleh